Selamat Datang di Forsenbooks

Tanpa Warnamu



Sang perempuan menatap pilu. "Maaf, Lex," katanya dengan suara tertahan. "Aku enggak bisa lanjutin ini. Aku tahu ini tempat kita, tapi . . . aku enggak bisa pura-pura lagi. Perasaanku sudah berubah." 

(Vanya)

***

"Lo harus ikut, Lex. Karya-karya lo selalu mengagumkan. Ini bisa jadi peluang buat buktiin gambar lo layak bersinar di kancah nasional. Bukan cuma diumpetin dari Pak Karjo aja." 

(Lano)

***

"Naira, pertemuan kita begitu singkat dan terbatas. Tapi, kepergianmu terasa jauh lebih berat daripada dengan Vanya dulu. Benarkah kamu sesempurna itu, Nai? Atau, seperti katamu, lebih banyak bagian yang kulukis sendiri?" 

(Alex)


Novel ini bisa dipesan di Tokopedia dan Shopee

Toko Roti Murru


Semalam hujan turun dengan deras disertai angin. Ternyata pohon angsana di samping toko roti Murru tumbang. Baru pagi ini, Murru bisa mengecek toko rotinya.

"Semua hancur dan tak bisa dipakai lagi," Murru tertunduk.

Murru sedih sekali. Usahanya selama satu tahun, hancur seketika. Padahal toko roti itu jadi mata pencaharian. Apa yang harus Murru lakukan?

Ternyata, bukan cuma Murru  yang mengalami kesulitan. Sarang Banu mendadak saja  ditempati Beruang Tua yang sedang sakit parah. Apakah Banu tega mengusir Beruang Tua itu? 

Apakah Banu masih sempat mencari sarang baru padahal musim dingin akan segera datang? 

Atau, berhasilkah Bowa menemukan kembali keluarganya setelah tersesat di hutan rimba?

Baca cerita seru Murru, Banu, Bowa, dan hewan-hewan lainnya dalam kumpulan cerita fabel yang menarik ini.


Buku Toko Roti Murru bisa dipesan di Shopee