Selamat Datang di Forsenbooks

Perbedaan Cerita Anak Fantasi dan Dongeng

Dalam cerita anak, kita mengenal beragam genre. Dua di antaranya, yaitu fantasi dan dongeng. Sepintas kedua genre tersebut terlihat sama, padahal berbeda. Berikut ini adalah perbedaan fantasi dan dongeng.

Fantasi

  • Cerita fantasi cenderung memiliki latar yang luas dan kompleks. Menggunakan unsur-unsur magis, supernatural, dan imajinatif yang tidak terikat oleh hukum-hukum alam dunia nyata.
  • Menciptakan dunia yang sepenuhnya baru dengan aturan, masyarakat, dan ekosistemnya sendiri
  • Karakter dalam cerita fantasi bisa sangat beragam, mulai dari manusia, makhluk mitologi, hingga spesies yang sepenuhnya baru.

Dongeng

  • Dongeng sering kali mengandung pelajaran moral dan diajarkan kepada anak-anak.
  • Cerita rakyat yang turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
  • Unsur magis dalam dongeng biasanya lebih sederhana dan berfungsi untuk mengajarkan nilai-nilai atau moral kepada pembaca atau pendengarnya.
  • Karakter dalam dongeng sering kali terbatas pada arketipe yang dikenal, seperti pangeran, putri, ratu raja, penyihir jahat, atau makhluk mitologi yang sudah dikenal luas.

Nah, setelah tahu perbedaan cerita fantasi dan dongeng, kira-kira genre apa yang lebih kamu sukai?








Kelas Menulis Forsenbooks, Menulis Cerita Remaja yang Gue Banget!

 Halo, halo ....

Siapa yang kangen sama kelas menulis Forsenbooks?

Ada kabar gembira, nih. Kalau Februari nanti akan ada KMF dengan tema menulis cerita remaja. Eits, bukan sembarang cerita remaja, tapi cerita remaja yang "GUE BANGET!"

Kayak apa, sih? Penasaran, kan? Pengen belajar, kan?

Narasumbernya juga nggak sembarangan. Di kelas ini kita akan belajar bareng Pak Bhai Benny.



FYI, karya Pak Benny berjudul "Mengejar A" dan "Tentang Buih" hasil residensi 2024 sudah terbit. Keduanya bisa dijadikan referensi belajar sambil menunggu kelas dimulai.

Keren, ya. Udah nggak sabar, dong pastinya!

Yuk, daftar sekarang juga!




Awas, Ada Ulat!




Saat liburan, Maira dan keluarganya berkunjung ke rumah Kakek-Nenek. Maira semangat sekali. Dia tidak sabar ingin segera memanen apel di kebun Kakek. Tetapi, masalah muncul.

Oh, tidak! Ada ulat!

Maira takut ulat.

Bagaimana cara Maira menghadapi ketakutannya? 

Baca cerita lengkapnya, yuk!

***


Buku kumpulan cerita Awas, Ada Ulat! ini berisi 12 cerita pendek yang ditulis oleh anak-anak. Dengan berbagai macam cerita, Anak-Anak diajak untuk bertualang dan memaknai kehidupan dengan lebih seru.


Hindari Sikap Ini Kalau Kamu Mau Jadi Penulis Hebat

Menjadi penulis hebat, tentunya merupakan keinginan semua penulis. Namun, tahukah kamu ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan untuk mewujudkan keinginan itu? Berikut ini adalah hal-hal wajib kamu hindari kalau kamu ingin menjadi penulis hebat, di antaranya

• Plagiarisme

Menyalin karya orang lain tanpa izin atau tanpa memberikan kredit yang sesuai adalah pelanggaran etika dan dapat merusak reputasi sebagai penulis.

• Mengabaikan Kritik

Mengabaikan atau menolak kritik konstruktif dapat menghambat perkembangan dan peningkatan kemampuan menulis. Penting untuk terbuka terhadap masukan dari orang lain.

• Tidak Konsisten

Kurangnya konsistensi dalam gaya penulisan atau jadwal menulis dapat membuat tulisan menjadi tidak terstruktur dan membingungkan bagi pembaca.

Menulis Tanpa Riset

Menulis tanpa melakukan riset yang memadai dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan, yang dapat merugikan pembaca.

• Perfeksionisme Berlebihan

Terlalu perfeksionis bisa menyebabkan penundaan dalam menyelesaikan tulisan. Penting untuk menemukan keseimbangan antara kualitas dan produktivitas.

• Ketergantungan pada Inspirasi

Menunggu inspirasi datang bisa menjadi alasan untuk menunda pekerjaan. Disiplin dalam menulis lebih efektif daripada bergantung pada inspirasi semata.

            Nah, dari poin-poin di atas, adakah yang pernah kamu lakukan? Jika ya, segera hentikan ya, supaya kamu bisa jadi penulis hebat.


Petualangan Kiko dan Kisah Fantasi Lainnya

 


Kiko menyalakan senter tersebut. Tiba-tiba ada sebuah kota indah tergambar dalam cahaya senter. Beberapa menit kemudian, cahaya putih terang menyeruak ke dalam kamar. Kiko masuk dalam cahaya itu yang kemudian berubah jadi cahaya warna-warni. Sampailah ia di sebuah kota yang asing. 

Cerita-cerita fantasi di buku ini mengajak pembaca berkelana ke dunia menakjubkan dan ajaib. Bertualang di dunia peri, menyelamatkan diri dari serbuan tentara semut, mencari wortel untuk hidung manusia salju, dan sebagainya. Selain diajak berimajinasi, pembaca juga bisa belajar kebaikan dari cerita-cerita di dalamnya. 

Yuk, kita baca cerita-cerita menarik dan ajaib di buku ini, dan kita bertualang bersama!


Buku ini bisa dipesan melalui Tokopedia atau Shopee



Tongkat Sakti Raja Er dan Dongeng-Dongeng Lainnya


Robert belum bisa mengucapkan huruf R. Dia jadi sering diledek teman-temannya. Suatu hari, dia dikejutkan dengan kedatangan sosok lelaki pendek, gemuk, dan berambut putih. Lelaki itu mengenakan mahkota dan jubah berhias kancing emas. Raja Er namanya.

Raja Er meminta Robert membantu mencarikan tongkat sakti miliknya. Namun, mencari tongkat sakti itu ternyata tidak mudah. Robert harus berkeliling sambil mengucapakan ‘errr ... errr .... errr’. 

Bisakah Robert membantu Raja Er menemukan tongkat saktinya? 

***

Tongkat Sakti Raja Er adalah satu dari 23 dongeng dalam buku ini. Selain kisah tersebut, ada pula kisah Negeri Kelinci Bermata Merah, Penghuni Rumah Kosong, Caca Sepatu Kaca yang Manja, dan kisah-kisah lainnya.

Buku ini bisa dipesan melalui Tokopedia atau Shopee

Tips Membangun Kebiasaan Menulis di Tengah Kesibukan


Sering kali kita susah banget menulis kalau jadwal lagi padat-padatnya. Apalagi penulis yang merangkap pekerja kantoran, pasti sulit banget buat meluangkan waktu. Hal yang paling gampang agar kamu bisa terus menulis adalah ....

Tentukan Target!

Target ini penting banget buat motivasi kamu menulis. Misalnya, kamu menargetkan 1 tahun 1 naskah 300 halaman. Selama 1 bulan, kamu hanya perlu menulis sebanyak 25 halaman. Satu hari, satu halaman. Satu halaman, 250 kata.

Bisa, enggak? 

Bisa, enggak?

Bisa, dong! Masa nggak bisa.

Kalau satu halaman satu hari masih dirasa terlalu sulit, turunkan aja. Misalnya, 50 kata. Namun, harus dilakukan secara rutin. Menulis 50 kata saja kamu udah dapat satu paragraf, loh.

Kalau masih susah juga. Coba satu kalimat. Masih susah juga? Hmm, sebaiknya kamu pikir ulang keinginan untuk jadi penulis.