Selamat Datang di Forsenbooks

Kiki & Klub Pencinta Cacing Tanah


"Apa sih, menariknya ngelihatin tanah?"

"Banyak sekali yang tinggal di sana," kata Kiki. Dia sering melihat semut berbaris, kumbang yang sedang menggali, dan cacing yang menggeliat.

"Eh, sini lihat! Ada cacing yang gemoy. Lihat, dia sedang membuat terowongan!" seru Kiki dengan semangat.

"Ihhh, jijik banget!"

"Cacing jelek, kotor, dan tidak berguna!"

"Cacing bisa buat tumbuhan subur! Tidak percaya? Lihat saja, aku akan membuat eksperimen untuk membuktikannya," sahut Kiki tak gentar.

Berhasilkah eksperimen Kiki?


Prapesan melalui Shopee

Gar! Jgeeer!

 


Malam itu, hujan pun turun deras. Binar sungguh ketakutan, terutama karena suara petir yang menggelegar. Namun, Binar tidak ingin membangunkan Ibu yang sedang sakit. Duh, apa yang harus dia lakukan?

                                                                 ***

Ada banyak cerita di buku ini, tentang Binar yang takut petir, Tia yang tidak berani bersepeda, para pemburu nyamuk, dan lain-lain. Setiap cerita dikisahkan dengan asyik dan menarik, membuat siapa pun senang membacanya. Yuk, baca dan ikuti pengalaman menarik anak-anak hebat dalam buku ini!

Prapesan melalui Shopee

Air, Siapa Takut?


Mahakam paling takut dengan air. Persisnya, takut dengan kedalaman air yang melebihi mata kakinya. Karena itu, dia tidak ikut berenang. Mahakam lebih memilih bermain perahu di pinggir kolam. Namun, tiba-tiba seorang anak menyenggol mainan Mahakam. Perahu mainan itu mengapung, menjauh darinya. Mahakam terdiam, memandangi perahunya yang makin jauh. Perasaannya campur aduk. Takut. Cemas. Dia tak mau kehilangan mainannya.

Lalu, apa yang akan Mahakam lakukan? Mampukah dia melawan rasa takutnya? Yuk, cari tahu jawabannya dengan membaca buku ini. Selain “Air, Siapa Takut?”, masih banyak lagi cerita seru lainnya.

Prapesan melalui Shopee

Novel ABO


Setelah kematian istrinya, Abo Efendi tinggal seorang diri tanpa anak yang menemani. Hingga suatu ketika, terdengar kabar ada bayi yang ditinggalkan oleh orang tuanya di perkebunan sawit. Abo Efendi memutuskan untuk merawat bayi yang diberi nama Buang itu. Tahun demi tahun Abo Efendi lewati dengan sukacita bersama anak angkatnya. Namun, kebersamaan itu harus terenggut oleh sebuah kejadian. Buang tersesat di hutan yang menjadi rumah sang Raja Rimba. Karena kecintaan yang begitu besar terhadap Buang, Abo Efendi rela menyusuri hutan hingga harus bertarung dengan harimau.

Akankah Abo Efendi berhasil menyelamatkan Buang? Lalu, apakah dia bertahan dari serangan sang Raja Rimba? Dan, bagaimana nasib Abo Efendi saat orang tua Buang muncul?

Prapesan melalui Tokopedia

Ceritamu Membosankan? Cari Tahu Penyebabnya!


Menulis cerita yang menarik dan memikat pembaca adalah sebuah tantangan tersendiri. Terkadang, meskipun telah berusaha keras, cerita yang kita tulis terasa membosankan. Ada yang pernah mengalami? lni dia penyebabnya!

1. Karakter yang tidak menarik

Karakter  adalah jiwa  dari sebuah cerita. Jika karakter tidak  berkembang dengan baik atau tidak memiliki kepribadian yang kuat, pembaca cenderung akan kehilangan minat. Maka, solusinya adalah buatlah karakter yang kompleks denganlatar belakang jelas dan motivasi kuat. Berikan konflik. Internal yang dapat     membuat mereka lebih hidup dan menarik. Buat tokohnya sengsara! 

2. Plot yang terlalu datar

Plot yang tidak memiliki titik puncak atau konflik yang cukup mernbuat cerita terasa datar. Solusinya adalah dengan menambahkan elemen kejutann, konflik, dan resolusi yang memuaskan. Gunakan teknik cliff hanger pada akhir bab untuk menjaga ketertarikan pernbaca.

3. Pacing yang tidak seimbang

Pacing yang terlalu larnbat  atau terlalu cepat dapat rnengganggu aliran cerita. Solusinya adalah perhatikan ritme cerita. Pastikan  ada keseimbangan antara adegan aksi dan momen introspektif. Gunakan variasi panjang kalimat dan paragraf untuk mengatur tempo.

4. Deskripsi yang berlebihan atau kurang

Deskripi yang terlalu mendetail juga dapat membuat pembaca bosan, sementara deskripsi yang kurang membuat cerita sulit dibayangkan. Solusinya adalah gunakan deskripsi yang tepat untuk mendukung suasana dan karakter tanpa berlebihan. Gunakan pancaindera untuk membuat pembaca merasa seolah -olah berada di dalam cerita.

5. Dialog yang kurang alami

Dialog yang terdengar kaku    atau tidak alami bisa membuat cerita terasa tidaknyata. Solusinya adalah biarkan dialog mengalir seperti percakapan sehari-hari. Perhatikan cara orang berbicara dan gunakan itu sebagai referensi. Gunakan dialog untuk mengekspresikan karakter dan menggerakkan plot.

6. Tema atau pesan yang kurang jelas.

Cerita tanpa tema atau pesan yang jelas sering kali terasa hampa. Solusinya adalah tentukan tema utama yang ingin kamu sampaikan. Apakah itu tentang cinta, keberanian, atau pengkhianatan? Pastikan setiap elemen cerita mendukung tema tersebut.

7. Kurangnya elemen emosional

Jika cerita tidak menyentuh emosi pembaca, mereka mungkin tidak akan merasa terhubung. Solusinya adalah menciptakan momen -momen emosional yang kuat dengan  mengeksplorasi perasaan karakter secara mendalam. Gunakan bahasa yang dapat memancing emosi pernbaca.


Dengan menerapkan solusi yang tepat, kamu bisa mengubah cerita menjadi karya yang menarik dan memikat hati pembaca. Namun, harus diingat bahwa menulis adalah proses berkelanjutan dan dengan latihan serta perbaikan, kamu bisa meningkatkan kualitas cerita.

Tanpa Warnamu



Sang perempuan menatap pilu. "Maaf, Lex," katanya dengan suara tertahan. "Aku enggak bisa lanjutin ini. Aku tahu ini tempat kita, tapi . . . aku enggak bisa pura-pura lagi. Perasaanku sudah berubah." 

(Vanya)

***

"Lo harus ikut, Lex. Karya-karya lo selalu mengagumkan. Ini bisa jadi peluang buat buktiin gambar lo layak bersinar di kancah nasional. Bukan cuma diumpetin dari Pak Karjo aja." 

(Lano)

***

"Naira, pertemuan kita begitu singkat dan terbatas. Tapi, kepergianmu terasa jauh lebih berat daripada dengan Vanya dulu. Benarkah kamu sesempurna itu, Nai? Atau, seperti katamu, lebih banyak bagian yang kulukis sendiri?" 

(Alex)


Novel ini bisa dipesan di Tokopedia dan Shopee

Toko Roti Murru


Semalam hujan turun dengan deras disertai angin. Ternyata pohon angsana di samping toko roti Murru tumbang. Baru pagi ini, Murru bisa mengecek toko rotinya.

"Semua hancur dan tak bisa dipakai lagi," Murru tertunduk.

Murru sedih sekali. Usahanya selama satu tahun, hancur seketika. Padahal toko roti itu jadi mata pencaharian. Apa yang harus Murru lakukan?

Ternyata, bukan cuma Murru  yang mengalami kesulitan. Sarang Banu mendadak saja  ditempati Beruang Tua yang sedang sakit parah. Apakah Banu tega mengusir Beruang Tua itu? 

Apakah Banu masih sempat mencari sarang baru padahal musim dingin akan segera datang? 

Atau, berhasilkah Bowa menemukan kembali keluarganya setelah tersesat di hutan rimba?

Baca cerita seru Murru, Banu, Bowa, dan hewan-hewan lainnya dalam kumpulan cerita fabel yang menarik ini.


Buku Toko Roti Murru bisa dipesan di Shopee

Perbedaan Cerita Anak Fantasi dan Dongeng

Dalam cerita anak, kita mengenal beragam genre. Dua di antaranya, yaitu fantasi dan dongeng. Sepintas kedua genre tersebut terlihat sama, padahal berbeda. Berikut ini adalah perbedaan fantasi dan dongeng.

Fantasi

  • Cerita fantasi cenderung memiliki latar yang luas dan kompleks. Menggunakan unsur-unsur magis, supernatural, dan imajinatif yang tidak terikat oleh hukum-hukum alam dunia nyata.
  • Menciptakan dunia yang sepenuhnya baru dengan aturan, masyarakat, dan ekosistemnya sendiri
  • Karakter dalam cerita fantasi bisa sangat beragam, mulai dari manusia, makhluk mitologi, hingga spesies yang sepenuhnya baru.

Dongeng

  • Dongeng sering kali mengandung pelajaran moral dan diajarkan kepada anak-anak.
  • Cerita rakyat yang turun-temurun dan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
  • Unsur magis dalam dongeng biasanya lebih sederhana dan berfungsi untuk mengajarkan nilai-nilai atau moral kepada pembaca atau pendengarnya.
  • Karakter dalam dongeng sering kali terbatas pada arketipe yang dikenal, seperti pangeran, putri, ratu raja, penyihir jahat, atau makhluk mitologi yang sudah dikenal luas.

Nah, setelah tahu perbedaan cerita fantasi dan dongeng, kira-kira genre apa yang lebih kamu sukai?








Kelas Menulis Forsenbooks, Menulis Cerita Remaja yang Gue Banget!

 Halo, halo ....

Siapa yang kangen sama kelas menulis Forsenbooks?

Ada kabar gembira, nih. Kalau Februari nanti akan ada KMF dengan tema menulis cerita remaja. Eits, bukan sembarang cerita remaja, tapi cerita remaja yang "GUE BANGET!"

Kayak apa, sih? Penasaran, kan? Pengen belajar, kan?

Narasumbernya juga nggak sembarangan. Di kelas ini kita akan belajar bareng Pak Bhai Benny.



FYI, karya Pak Benny berjudul "Mengejar A" dan "Tentang Buih" hasil residensi 2024 sudah terbit. Keduanya bisa dijadikan referensi belajar sambil menunggu kelas dimulai.

Keren, ya. Udah nggak sabar, dong pastinya!

Yuk, daftar sekarang juga!




Awas, Ada Ulat!




Saat liburan, Maira dan keluarganya berkunjung ke rumah Kakek-Nenek. Maira semangat sekali. Dia tidak sabar ingin segera memanen apel di kebun Kakek. Tetapi, masalah muncul.

Oh, tidak! Ada ulat!

Maira takut ulat.

Bagaimana cara Maira menghadapi ketakutannya? 

Baca cerita lengkapnya, yuk!

***


Buku kumpulan cerita Awas, Ada Ulat! ini berisi 12 cerita pendek yang ditulis oleh anak-anak. Dengan berbagai macam cerita, Anak-Anak diajak untuk bertualang dan memaknai kehidupan dengan lebih seru.


Hindari Sikap Ini Kalau Kamu Mau Jadi Penulis Hebat

Menjadi penulis hebat, tentunya merupakan keinginan semua penulis. Namun, tahukah kamu ada beberapa hal yang tidak boleh kamu lakukan untuk mewujudkan keinginan itu? Berikut ini adalah hal-hal wajib kamu hindari kalau kamu ingin menjadi penulis hebat, di antaranya

• Plagiarisme

Menyalin karya orang lain tanpa izin atau tanpa memberikan kredit yang sesuai adalah pelanggaran etika dan dapat merusak reputasi sebagai penulis.

• Mengabaikan Kritik

Mengabaikan atau menolak kritik konstruktif dapat menghambat perkembangan dan peningkatan kemampuan menulis. Penting untuk terbuka terhadap masukan dari orang lain.

• Tidak Konsisten

Kurangnya konsistensi dalam gaya penulisan atau jadwal menulis dapat membuat tulisan menjadi tidak terstruktur dan membingungkan bagi pembaca.

Menulis Tanpa Riset

Menulis tanpa melakukan riset yang memadai dapat menghasilkan informasi yang tidak akurat atau menyesatkan, yang dapat merugikan pembaca.

• Perfeksionisme Berlebihan

Terlalu perfeksionis bisa menyebabkan penundaan dalam menyelesaikan tulisan. Penting untuk menemukan keseimbangan antara kualitas dan produktivitas.

• Ketergantungan pada Inspirasi

Menunggu inspirasi datang bisa menjadi alasan untuk menunda pekerjaan. Disiplin dalam menulis lebih efektif daripada bergantung pada inspirasi semata.

            Nah, dari poin-poin di atas, adakah yang pernah kamu lakukan? Jika ya, segera hentikan ya, supaya kamu bisa jadi penulis hebat.


Petualangan Kiko dan Kisah Fantasi Lainnya

 


Kiko menyalakan senter tersebut. Tiba-tiba ada sebuah kota indah tergambar dalam cahaya senter. Beberapa menit kemudian, cahaya putih terang menyeruak ke dalam kamar. Kiko masuk dalam cahaya itu yang kemudian berubah jadi cahaya warna-warni. Sampailah ia di sebuah kota yang asing. 

Cerita-cerita fantasi di buku ini mengajak pembaca berkelana ke dunia menakjubkan dan ajaib. Bertualang di dunia peri, menyelamatkan diri dari serbuan tentara semut, mencari wortel untuk hidung manusia salju, dan sebagainya. Selain diajak berimajinasi, pembaca juga bisa belajar kebaikan dari cerita-cerita di dalamnya. 

Yuk, kita baca cerita-cerita menarik dan ajaib di buku ini, dan kita bertualang bersama!


Buku ini bisa dipesan melalui Tokopedia atau Shopee



Tongkat Sakti Raja Er dan Dongeng-Dongeng Lainnya


Robert belum bisa mengucapkan huruf R. Dia jadi sering diledek teman-temannya. Suatu hari, dia dikejutkan dengan kedatangan sosok lelaki pendek, gemuk, dan berambut putih. Lelaki itu mengenakan mahkota dan jubah berhias kancing emas. Raja Er namanya.

Raja Er meminta Robert membantu mencarikan tongkat sakti miliknya. Namun, mencari tongkat sakti itu ternyata tidak mudah. Robert harus berkeliling sambil mengucapakan ‘errr ... errr .... errr’. 

Bisakah Robert membantu Raja Er menemukan tongkat saktinya? 

***

Tongkat Sakti Raja Er adalah satu dari 23 dongeng dalam buku ini. Selain kisah tersebut, ada pula kisah Negeri Kelinci Bermata Merah, Penghuni Rumah Kosong, Caca Sepatu Kaca yang Manja, dan kisah-kisah lainnya.

Buku ini bisa dipesan melalui Tokopedia atau Shopee

Tips Membangun Kebiasaan Menulis di Tengah Kesibukan


Sering kali kita susah banget menulis kalau jadwal lagi padat-padatnya. Apalagi penulis yang merangkap pekerja kantoran, pasti sulit banget buat meluangkan waktu. Hal yang paling gampang agar kamu bisa terus menulis adalah ....

Tentukan Target!

Target ini penting banget buat motivasi kamu menulis. Misalnya, kamu menargetkan 1 tahun 1 naskah 300 halaman. Selama 1 bulan, kamu hanya perlu menulis sebanyak 25 halaman. Satu hari, satu halaman. Satu halaman, 250 kata.

Bisa, enggak? 

Bisa, enggak?

Bisa, dong! Masa nggak bisa.

Kalau satu halaman satu hari masih dirasa terlalu sulit, turunkan aja. Misalnya, 50 kata. Namun, harus dilakukan secara rutin. Menulis 50 kata saja kamu udah dapat satu paragraf, loh.

Kalau masih susah juga. Coba satu kalimat. Masih susah juga? Hmm, sebaiknya kamu pikir ulang keinginan untuk jadi penulis.